Skip to main content

follow us

Puisi : Mengejar Bayang Bayang

Puisi Mengejar Bayang Bayang ini merupakan salah satu puisi yang di buat pada masa SMA dulu, tepatnya sekitar tahun 2004 yang lalu. Sebenarnya saya sendiri awalnya bingung menentukan judul untuk pusi ini. Hingga setelah memikirkannya sampai menghabiskan roko berbatang-batang (Lebay) akhirnya saya putuskan untuk memilih judul seperti tersebut diatas.

Bagi sobat yang menyukai karya sastra khususnya puisi, semoga puisi mengejar bayang bayang ini cocok, hingga... semoga anda pun menyukainya. Tapi kalaupun sobat pembaca kurang atau tidak menyukainya sama sekali, kami minta maaf karena memang penulis puisi ini bukan seorang penulis terlebih pujangga ternama yang karyanya mampu mengimbangi bahkan mewakili kondisi perasaan pembacanya. Hanya berharap semoga sobat semuanya bisa mengambil sedikit besarnya "manfaat" barang kali ada terselip dalam puisi ini. Baik, inilah Puisi mengejar bayang bayang selengkapnya.

Puisi Mengejar Bayang Bayang

Disudut mata hatiku terukir namamu
Kian membekas begitu sendu
Angin dingin yang menyapaku
Tak ingin kuhiraukan tanpa luapan kasih sayangmu
Wangi bunga yang semerbak enyap
Haus dahaga suntuk lalupun lelap

Nyanyian puitis nyiurkan angan
Bayangmu datang redakan bimbang
Dalam benakku selalu hadirkan bayangmu
Kian menyapaku dan menggoda kalbuku
Resah bimbang dan tak kunjung ke pangkuan

Hadirkan semu diriku yang hadir di bayangmu
Pasir yang berbisik tak sekerisik ular yang bersisik
Tajamnya pedang besi yang berarang
Tak sanggupkah diriku menghadang
Perburuan nuranimu yang kian garang

Itulah Puisi Mengejar Bayang Bayang yang bisa disajikan pada kesempatan kali ini, jangan lewatkan puisi lainnya yang akan di sajikan pada kesempatan berikutnya. Jangan lupa share keteman dan sahabat kita yang lainnya melalui beberapa media sosial yang ada di bawah ini. Mohon maaf atas segala kekurangan baik dalam bertutur kata, maupun dalam menyajikannya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar