Skip to main content

follow us

Kumpulan Puisi Realita

Puisi Realita - Kehidupan beserta semua pahit dan manisnya mungkin semua telah kita alami, kebaikan, keburukan, kegamangan bahkan sisi-sisi ketidak pastian mungkin pernah menghinggapi kita. masih banyak lagi hal yang sangat panjang buat diterjemahkan lewat tulisan. dari semua keadaan yang pernah kita lalui adalah satu realita yang patut kita syukuri.

Dibawah ini kami sajikan beberapa puisi tentang realita sebagai salah satu wujud penerjemahan tentang kehidupan kita semua. Puisi realita aku kamu dan kita. Semoga puisi di bawah ini dapat mewakili keadaan perasaan anda saat ini, kegundahan, kegalauan, kebimbangan, bahkan mungkin putus asa atas pahitnya kenyataan hidup yang kian hari semakin berat beban yang ada.

Kumpulan Puisi Realita

DILEMA
Oleh: Gie

Berkeringat?
merayap menyayat
menganga
meronta tak lepas dua sisi berbeda
sisi satu meronta
sisi satu merekat
menyengat

Kau yang tenggelamkan kata menyelam
kau siapa?
yang terpuruk didua sisi berbeda
dua sisi yang menganga
dua sisi yang berbeda
dua sisi yang sama....
samar samar kumandangnya
Kau siapa?
Aku buka kau....

Semakin meronta semakin dengki iri hati
terkulai satu sisi selebihnya merajai
mana.....
dua sisi masih berbeda
dua sisi masih sama
Tertawalah!
dilema....
Kau siapa?
Aku Dilema

Falsafah Kosong
Oleh: Gie

Mata terbuka tapi didepan gelap gulita......................
mulut bergumam kumandang kehidupan
tapi raga bimbang membuat alasan..............
alasan untuk menghantam
bertahan....

alasan yang menabrak pagar rumah orang....
kita sekawan tapi kita bukan hewan
alasan............
alasan apa lagi untuk membela gelap gulita?
Bukalah kacamata hitamu kawan!!!!
Wah "ternyata ini malam lho!"
begitulah seribu alasan yang dimakan
ucap mengusap tak bersayap
ucap...!!!
Hitam....
Putih...........

Dan tetap bukalah kacamata hitamu
Inilah malam kelam berkawan berita
dari selangkah makna
makna kata...........
yang tak terucap
tapi tak bersurat
bermakna
bermanfaat.....
sia sia

dan diamlah dengan gulungan falsafah kosong
diam direalita warta....
realita ...
dan tetap bukalah kacamata hitamu kawan
tertawa.....
Ya tertawa..............
tertawakanlah diri kita sendiri........!!!
yang murka akan kata..
makna.............
berbusa............
dan tanpa arti..............

Demikian itu saja dulu yang dapat di sajikan dalam Kumpulan Puisi Realita pada kesempatan kali ini. Jika sobat menyukai puisi tersebut di atas silahkan share juga ke teman, dan sahabat kita yang lainnya melalui beberapa media sosial yang ada di bawah artikel ini. Mohon maaf atas kekurangan baik dalam penyajian maupun dalam tata cara kami bertutur kata. Terimakasih atas kunjungannya. Baca juga : Kumpulan Puisi Cinta

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar