Skip to main content

follow us

Puisi Kekecewaan dan Perpisahan Cinta

Puisi Kekecewaan dan Perpisahan Cinta Ini adalah salah satu puisi yang akan menggambarkan bagaimana seseorang di kecewakan dan mengalami kegagalan dalam sebuah hubungan asmara. Puisi Kekecewaan ini adalah bagian dari Puisi Sakit Hati Karena Cinta yang telah di sajikan sebelumnya. Layaknya sebuah kehidupan yang tidak selamanya dalam kesenangan atau kegembiraan, dalam hidup juga ada saat dima kita di landa berbagai masalah terutama dalam hal hubungan asmara. Masalah-masalah dalam asmara tersebut itu jugalah yang akhirnya buat kita galau, resah, gelisah, hingga ahirnya membuat seseorang 'gagal fokus'.

Selain dalam hal percintaan, problematika dalam dalam hidup memang sangat beragam. Disini juga kita harus bisa sekuat tenaga berusaha untuk tetap istiqamah, meyakini semua proses suka duka tersebut sebagai sebuah tempat dimana kita bisa belajar dan belajar untuk menjadi lebih baik lagi, dan meyakini bahwa semua itu adalah rencana-Nya yang paling indah. Untuk bisa tetap istiqamah dalam situasi dan kondisi dimana kita tengah di landa permasalahan memang tak mudah. Tapi yakin bisa!

Salah satu diantara caranya yang bisa kita lakukan pertama yaitu; Usahakan untuk tetap berbaik sangka, kemudian meyakini bahwa setiap Tuhan ciptakan sesuatu pasti untuk sesuatu. Kalau senantiasa kita bisa berbaik sangka terlebih tetap tawakal. Maka sesuatu yang Tuhan rahasiakan di balik permasalahanmu itu adalah suatu keindahan yang tentu lebih baik dari yang telah kau rasakan.

Mari kita akhiri pikiran akan hal apapun yang telah membuat kita tak berdaya, dan galau di buatnya. Mari kita sambut masa depan yang lebih baik. Ingat, "Tidak ada masa depan untuk masa lalu"... Kali ini, mari kita tuangkan saja semua kekecewaan, kegalauan kita dalam puisi kekecewaan dan Perpisahan seperti berikut di bawah ini.

Kumpulan Puisi Kekecewaan dan Perpisahan Cinta

Dan Kemudian (Kekecewaan)
Oleh : Iman Zenit
Sayap-sayap di pacu mengepak
Hingga daratan seperti miniatur agung
Sa'at kau senyum di pagiku
Kadang kau senyum di senjaku
Atau hanya alismu yang terangkat?

Bila tatapku sengaja ku jatuhkan
Darimu yang sulit kujelaskan
Senyumu buatku berjuta makna

Dan...!!!!
Kenapa langit harus biru
Kenapa angin sejuk menerpaku
Berjuta kenapa berputar di peningku
Kemudian...!!!!!

Sesalku menggunung
Kecewaku meruah tak terbendung
Aku salahkan waktu
Mengapa kita terlambat bertemu
Mengapa kita tak menyatu
Aku salahkan diriku

Kenapa aku...?????

Kenapa aku selalu berharap tentang cintamu
Walau kau pernah lakukan itu
Memang ku rasa semuanya tak mungkin terjadi
Atau semuanya masih bisa berubah?????
Ketakutanku
Oleh : Iman Zenit
Dulu ku cari seorang yang akan kudaki
Namun setelah kutemukan
Aku justru berlari jauh
Dan aku berpaling pergi

Keberanianku hilang, sirna dan mati
Ketakutanku hadir dan selalu menghantui
Tak pernah ku rasakan bila hari terus berganti
Bila detik terus berbunyi
Hatiku terasa mati

Jiwa ku serasa sunyi
Meski lelah aku bermimpi
Namun resah selalu menemani
Jahat
Oleh : Iman Zenit
Tapi ini terjadi dan sakit
Sakit yang aku rasa
Seakan hanya aku saja yang mengalami
Dan tak ada yang menemani
Sunyi dalam hati, itu yang kualami

Kawan yang hilang.....
Dan kerasa rindu yang mendalam
Mungkinkah ini sebuah kutukan
Untuk aku yang jahat
Yang hianati arti sahabat
Iti ku alami...
On The End
Oleh : Iman Zenit
Cinta mengalir bersama sampah-sampah
Berbaur di antara kotor-kotor dan bau busuuk
Nurani terjual di pasar murah
Hina dan ternoda

Duniaku di penuhi dendam
Udaraku di racuni kebencian
Tanahku di taburi nista
Pepohonanku berbunga dusta
Cakrawala di ambang qiamat
Nauzubilah....
Perpisahan
Oleh : Iman Zenit
Pnd, 16 Sep' 2004
Titik-titik air mataku
Mengalir deras tak terbendung
Ketika tangan ini menyentuh kertas
Yang tercoret dalam bentuk puisi

Tahukah kau isi hatiku ???
Sehingga kau begitu tega
Lari dengan pengharapanku

Dengan alasan cinta
Kau pergi tinggalkan aku
Walau untuk cinta
Kau tak pernah mau menyapa

Lewat goresan tinta merah
Kau buat puisi indah untukku
Puisi perpisahan
Akhiran (24 Oktober 2003)
Oleh : Iman Zenit
Daun kuning menanti berguguran pun akhirnya tak membujuk
Sedang kasih dan sayang seakan telah luluh lantak,
di injak kuncup, di telan layu
Meronta tinggalkan jejak derita
Untuk si mawar tak sempurna

Lalu angin kehidupan yang terlalu memilih menunggu
Mengibaskan, dan kemudian menjatuhkannya ke tanah ibu pertiwi
Yang tanpa setetes pun dunia ikut menangis
Sedang si mekar tak sempurna tertidur lelap,
tanpa derita menunggu sang Malaikat dengan seribu pertanyaannya

Yang akhirnya si mekar tak sempurna telah binasa tak berdaya
Yang tanpa di kenang ataupun menjadi kenangan
Sedih (Pnd, 12-04-2011)
Oleh : Iman Zenit
Aku terdiam di sudut pekat
Aku terus senandungkan nada
Walau semuanya hanya terbalaskan sebuah deru yang membisu

Aku terdiam di sudut ruang,
di tengah semesta yang merdup
Aku berharap semua ini segera usai
Walau ku tau akan berahir juga debaran didadaku

Kemudian, aku terdiam di ruang terang
Yang sudah terlalu lama menggelap
Tapi kenapa hati dan keadaan ini masih gelap?
sepekat malam yang menggelapkan mata
dan ahirnya pun hilangkan harapan
Keresahan
Oleh : Iman Zenit
Aku terlahir kembali di pagi ini
Merintis kembali sebuah harap yang sempat tertunda
Karena gelapnya malam, yang membuatku terdiam lama

Dalam sebuah angan,
Angan-angan yang selalu mendahului keadaan
Bahkan sampai nyaris kalahkan logika,
yang memang seharusnya tertuang nyata dalam sebuah ikatan

Kini, malamku pun layaknya persidangan
Selalu bergelut dengan rasa yang menggebu
Mungkin tepatnya bukan sebuah persidangan lagi,
karena dasarnya pun tak jelas...

Hanya sebuah dilema dan kebimbangan saja
Tentang benar dan salah, atau pembedaan rasa yang ada
Antara ketulusan atau nafsu belaka.
Bila
Oleh : Koernady
Bila aku tahu kau menyimpan luka
Aku tak akan henti-hentikan doa-doa ku

Bila engkau tahu aku menjelma hujan
Mungkin engkau kembali menjadi telaga

Bila aku tahu kau layarkan perahu
Aku akan kirimkan angin yang setia melaju

Dan di cakrawala,
Sama-sama tanggalkan nasib kita
yang menyerang sejak subuh buta
Sebuah ahiran
Oleh : Iman Zenit
Sebulan yang telah berlalu,
ku mencintai dengan setulus hati ini

Kemudian,
Seminggu yang lalu aku ingin memilikimu, walau hanya sehari lamanya

Tiga hari yang lalunya
hati ini sempat bergejolak
sebab aku tak meraih cintamu

Kemudian dua hari yang lalu,
aku merenung tentang cinta yang tak pasti

..dan kemarin aku berfikir kalau tak ada gunanya menunggu cintamu

Dan hari ini aku sadar,
bahwa mencintaimu tak selamanya harus memiliki
Berpaling (Pnd, 11-01-2005)
Oleh : Iman Zenit
Kala mentari pagi sinari daratan hati
Tatap mata yang indah,
seakan membuatku terbuai dalam hayal
Dan kala rasa ti terjang gelisah,
seakan mematikan harapan asmara

Saat hari mulai gelap
Saat mata mulai tertutup,
dan susah buatku melihat semua kenyataan yang benar-benar terjadi
dan tertulis dalam kisah cinta yang tertunda

Semua kenyataan tentang cinta
Kau berpaling di atasnya
Kau buatku berjuta makna

Namun rasa sesal meraja,
...Semua berahir dengan hina.
Mawar Merah
16 Oktober 2003
Saat dalam tatapanmu damai merasuk relung jiwa
Saat menikmati senyummu hilang segala duka lara
Masih terngiang ikrar terucap, saat ku terima mawar merah dari tanganmu
Biarpun seribu kabut menghalang, selamanya ku ingin dekat denganmu

Kini semua tinggal kenangan,
Mawar merah itu tetap mewangi,
selamanya kan abadi....

Kembali ku sentuh mawar kenangan
Tangis mengguncang seluruh tubuhku
Tak ku sangka, itu mawar terakhir
Dari sekian banyak mawar yang pernah kau berikan
Pamit
Oleh : Iman Zenit
Kemudian kau cium tanganku, "tanda perpisahan", ucapmu...
Aku diam, hanya saja air mataku menyelinap,
membawa tangisku yang membuncah...

Pelan, aku menangisimu kali terahir
dan janurmu melengkung di perempatan jalan dengan yang lain

Lalu,.
Aku perhi ke ujung dunia dengan sampan
Akan ku singgahi bulan, Matahari, dan .....
Tentu saja rumahmu di puncak sana

Di dekat batu hiu itu semakin mendinginkan perasaanku
saat pertama kau bukakan pintu....

Say, ijinkan aku pergi ke ujung dunia dengan sampan
jasad dan kain kafan...
Demikian itulah beberapa Puisi Kekecewaan dan Perpisahan Cinta yang dapat di sajikan pada kesempatan kali ini. Insya Alloh di lain waktu akan di tambahkan lagi. Semoga sobat menyukai satu atau salah satu bahkan seluruh puisi kekecewaan dan perpisahan cinta tersebut di atas. Mohon maaf jika sajian puisi-puisi di atas tidak sebagus seperti yang kalian harapkan. Jangan lupa untuk sobat yang menyukai puisi-puisi tersebut untuk share melalui beberapa media sosial yang ada di bawah ini. Baca juga : Puisi Harapan Cinta

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar