Skip to main content

follow us

Kumpulan Puisi Patah Hati Karena Cinta


Puisi Patah Hati dan Sedih Karena Cinta - Bicara masalah percintaan dalam hal ini urusan rasa memang tak akan pernah ada akhirnya. Seperti yang telah di sebutkan di artikel puisi sakit hati sebelumnya, bahwa memang setiap orang yang pernah jatuh cinta pastilah akan merasakan patah hati, seperti pribahasa bilang 'siapa yang bermain api maka harus siap kena panas dari imbasnya', setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Jangan bermain cinta jika memang belum siap untuk resiko juga konsekuensi yang harus di hadapi.

Patah hatinya seseorang terjadi karena beberapa penyebab, diantaranya, ada yang patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan atau bisa jadi cintanya ditolak mentah-mentah, ada juga yang di tinggal selingkuh atau di selingkuhin kekasihnya, bahkan ada juga yang cintanya tidak di restuin sama orang tuanya. hmm... itu lebih menyedihkan kedengarannya. Terkait masalah patah hati, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengalihkannya 'kasarnya' melampiaskannya. Menuangkan angan-angan kita kedalam tulisan seperti puisi atau kata-kata sedih itu lebih baik.

Untuk sobat yang saat ini tengah patah hati mungkin itu karena cintanya tak di restui, di tolak, atau mungkin di tinggal selingkuh sama pasangannya, jangan lah berkecil hati apalagi harus prustasi. Tetap sabar dan tawakal. Yakinilah bahwa Tuhan mengadakan itu semua karena alasan, dan alasan itu semata-mata untuk kebaikanmu, yang terbaik untukmu. Baik mari kita simak saja Puisi Patah Hati Karena Cinta selengkapnya :

Kumpulan Puisi Patah Hati dan Sedih Karena Cinta

Patah Hati 1 (22-4-2011) 11:58 WIB
Oleh : Iman Zenit
Sudut mata yang tajam
Tak setajam pedang yang ku pegang
Yang sengaja ku persiapkan,
untuk menghadang bila mungkin kau datang malam ini

Aku hanya akan terdiam jika memang aku yang harus menghilang duluan
Atau memang aku harus terus berperang,
dengan semua kenyataan yang telah kau lakukan

Tak ada lagi harap atau angan yang kini ku simpan
Hanya saja beberapa pilihan yang harus ku tentukan;

Kamu yang mati dengan dendamku,
atau aku yang hilang dengan dendamku sendiri.
Patah Hati 2 (2011)
Oleh : Iman Zenit
Diatas keadaan ini,
kau masih saja menari gembira di atas deritaku
Kau berdendang puas atas kemenanganmu
Atas tenggelamnya harapanku
Atas hilangnya angan...

..dan tak ada hal yang tampak di permukaan,
tentang semua penantianku...
Dulu kau selalu hadir dalam rinduku

Selalu ada dalam setiap bergantinya waktu
Walau ku sadar ternyata hadirmu semu, palsu!

Kau selalu ada dekatku, tapi kau tak pernah menganggapku ada dalam hatimu
Hingga akhirnya kebencian merajai logikaku
Maaf, aku harus membencimu!
Patah Hati 3 (2011)
Oleh : Iman Zenit
Kau acuhkan aku,
Tak pernah anggapku ada...
Kau selalu tampakkan semu,
Hanya kepalsuan yang kau balaskan...

Aku selalu berharap, ada hari-hari yang menyenangkanku,
Walau harus hilang bersama redupnya mentari di penghujung hari...

Akupun selalu berharap ada malam yang bisa menenangkanku,
Walau harus hilang leleh dengan panasnya mentari di penghujung bergantinya malam dengan siang...

Aku berharap selalu bersamamu, walau keadaan ahirnya tentukan lain,
Sampai keadaan menyatakan bahwa kemungkinan itu benar-benar tak mungkin...
Patah Hati 4 (Jumat, 22-4-2011).
Oleh : Iman Zenit
Ku panjati hari-hari yang tak pasti
Langkah demi langkahku hanya beriring kehampaan
Tak ada penyadaran sekilaspun tentang nasib ini

Aku hanya ingin sebuah ketegaran,
Setegar tebing lewati hari yang terjal...

Aku harapkan ketabahan,
Setabah gunung yang memendam...

Tapi yang ku dapatkan hanya goresan-goresan luka,
yang akhirnya terus menyiksaku...

Hingga akhirnya tak ada kenyataan yang bisa menyembuhkanku dar luka-luka ini
Sampai aku mundur dari harap dan keinginan untuk meraihmu.

Selamat, kamu menang!
Patah Hati 5 (2011)
Oleh : Iman Zenit
Setelah semuanya hilang,
Aku melangkah disisi ruang-ruang hampa...

Bersenandung di sepanjang malam, dalamsepinya tirai malam...
Saksikan langsung kau hilang tanpa putusan...

Perlahan akupun melupakanmu, lupakan semua tentangmu,
dan semua yang indah dari dirimu...

Kau pun hilang di penghujung hariku,
Seiring hilangnya rasa ini dari dadaku...

Hingga datangnya malam yang menggelapkan,
gelapkan semua keadaan...

Segala gelap, sumber dari yang ada.

PATAH HATI (12-4-2011)
Oleh: Iman zenit
Ku tarik dan hembuskan nafas ini perlahan
saat renungi keadaan ... hingga ingatan ini membuat
nafas yang ku tarik dan ku hembuskan ini pun semakin kencang
Aku sempat bertanya, Kenapa kesunyian ini membuatku sepi?
dan aku benar-benar benci ...

Dalam malam yang hitam dan kelam, aku harus selalu tenggelam
dan kenapa dalam siang yang ku lalui pun hari-hariku harus seperti belati,
yang menari di urat nadi,,,

Dan setelah kaupun mengerti tentang arti dari semua ketulusan ini
saat itu aku sudah ada lagi, hingga sesalmu iringi tangis,,,
Saat Jasadku di balut kain putih polos.
PATAH HATI SEDIH
Oleh: Iman zenit
Andai aku waktu, aku akan terdiam sejenak untuk pastikan keadaan ...
agar tak ada lagi bisu di hati ini.

Andai aku angin, aku ingin bawa rasa ini berlayar,
lalui hari-hari di samudra hatimu,

Agar dapat ku rangkul juga rasamu...
dan dapat ku lukis abadi rasaku di hatimu,..
agar tak harus lagi ku lalui tiap jengkal bayang-malam...
yang selalu saja menyudutkanku ke dalam kehampaan,

dan hampakanku dalam kekosongan.
Kumpulan Puisi Patah Hati Karena Cinta telah sobat baca diatas merupakan kelanjutan dari Kumpulan Puisi Sakit Hati, Galau, dan Kecewa Karena Cinta yang sebelumnya telah di sajikan. Baik itu saja dulu sajian Puisi Patah Hati Karena Cinta ini. Insha Alloh nanti akan saya perbaharui lagi. Semoga kita senantiasa bisa dikuatkan untuk menghadapi kemungkinan apapun yang akan kita hadapi baik yang manis maupun yang pahit sekalipun. Tetap berfikir positif, berbaik sangka atas apapun yang ada, yakinilah bahwa semua yang menyakitkanmu adalah untuk kebaikanmu juga.

Jika sobat menyukai Kumpulan Puisi Patah Hati Karena Cinta ini jangan lupa share/bagikan ke teman, sahabat, saudara, saudari kita yang lainnya melalui beberapa media sosial yang ada dibawah artikel ini. Jangan lewatkan puisi-puisi lainnya yang akan kami sajikan berikutnya. Terimakasih kunjungannya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar