Skip to main content

follow us

Kumpulan Puisi Kebencian, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Puisi Kebencian Cinta - Puisi Cinta Betepuk Sebelah Tangan - Dalam menjalani hubungan percintaan memang tak selalu mulus, terlebih jika menjalin hubungan jarak jauh. Harus bisa saling mengerti dan memahami antara satu sama lain. Jatuh cinta memang indah, tetapi tidak jika adanya rasa cinta harus bertepuk sebelah tangan, itu pasti bikin galau berat dan sangat menyakitkan kan?

Rasanya terlalu banyak waktu terbuang jika hanya membicarakan soal cinta, tak jauh-jauh dari sakit hati, cemburu, curiga, patah hati, dan lain sebagainya. Urusan rasa memang sangat bervariasi. Kalau mungkin sobat pernah merasakan sakit hati, patah hati, dan kecewa bahkan benci karena cinta, jangan sampai membuatmu takut jatuh cinta lagi, mulailah membuka hati kembali, cuma sebagai saran mulailah selektif dalam memilih. Jadikan kegagalanmu di hari kemarin sebagai dasar kebahagianmu di hari esok.

Puisi kebencian ini merupakan kelanjutan dari Puisi Patah Hati Karena Cinta yang sebelumnya telah kami sajikan. Dan berikut dibawah ini di sajikan beberapa puisi kebencian, semoga salah satu diantaranya bisa mewakili apa yang tengah kalian rasakan saat ini. Bisa memacu kalian semua untuk bangkit dan mulai move on hingga bisa membuka hati untuk yang lain. Stop Galau! inilah puisi kebencian selengkapnya :

Kumpulan Puisi Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

PHP
Oleh : Iman Zenit
Di depanku kau selalu hadirkan semu,
Kasat tentang perasaanmu...

Kau rancang sebuah cerita yang buatku gila
Kau hadirkan ruang terang dengan cahayamu
Tapi justru buatku kegelapan di siang hari

Kau juga hadir di malam hari dengan rembulan
Tapi sekilas saja kau tampakkan...

Karena setelah itu kau sembunyi dalam kabut hitam,
yang ahirnya benar-benar hilang terhalang hujan...

Kau benar-benar hilang tanpa kenangan,
dan tanpa hal yang harus ku kenang.
Pelarianmu
Oleh : Iman Zenit
Awalnya kau hadirkan manis pesonamu
Hingga aku terjatuh di sosok hatimu
Kau juga tampak lembut dalam tingkahmu,
hingga keadaan selalu terasa hangat saat bersamamu

Aku terbuai dengan rasa-rasa ini,
Bahkan aku sangat rela berkorban apapun demi terus bisa bersamamu
Hari demi hari kau tampak makin jauh
Tanpa ku ketahui apa yang sebenarnya terjadi

Aku memang sempat bahagia denganmu
Walau sebenarnya hanya objek dari pelarianmu.
Kumpulan Puisi Kebencian, Kecewa Karena Cinta

Puisi Kebencian Cinta 1
Oleh : Iman Zenit
Ku bawa tubuh ringkih tanpa harapan,
ataupun bayang yang terkenang
Bersama ruang hampa yang selalu ku singgahi

Aku bernyanyi walau tanpa irama
Hanya baris-baris sya'ir yang bernotasi
Bukan tentangmu lagi aku bercerita
Hanya sebaris kebencian yang terpendam

Bukan karena luapan rasa sayang aku bernyanyi
Hanya segulung rasa dendam tentang penghiatanmu

Sederas air aku membencimu,
Sekeras ombak menerjang karang dendamku
Setajam mata raja hutan yang siap menerkam

Kau telah merubah keadaan,
dan kaupun harus membayar itu dengan penderitaan!
Puisi Kebencian Cinta 2
Oleh : Iman Zenit
Di hari yang hening, bayangmu menari
Hingga ramaikan anganku
Walau keadaan masih tetap sepi

Aku tak yakin keadaan ini,
Bisa bertahan lalui kelamnya malam nanti...

Malam yang kelam,
hitam, menggelapkan, teriring rasa sakit yang pernah kau lakukan

Akupun menari di atas runcingnya tombak yang tajam,
menusuk jalur-jalur nadiku yang berjalan...

Sampai saat tak henti-henti aku terluka,
Hingga nadiku berhenti, dan mati.
Puisi Kebencian Cinta 3
Oleh : Iman Zenit
Di penghujung hariku ini,
Tak juga bisa ku tulis tepat kesimpulan tentang perlawananmu
Karena terlalu dalam kau menghilang,
dalam lautan kemuna'anmu

Kau jung-jung tinggi rasa egomu, untuk sebuah kepuasan
Tak juga ku temukan tentang kebenaran itu

Saat kau hadir dalam semu, hingga kasat di mataku
Sedang yang tersimpan hanya luka

Aku hanya karang yang hanya diam,
saat kau menjadi ombak menerjangku tak henti...

egomu dan semua yang kau lakukan,
Membunuhku perlahan...
Puisi Kebencian Cinta 4
Oleh : Iman Zenit
Masih saja ku rasakan resah ini,
walau detik demi detik aku mencoba melupakannya...

Dari sejak mentari pagi tersenyum,
Sampai mentari petang mengayun...

Goresan perlakuanmu tak dapat lupakan,
Pemburuan akan hakikat rasa yang sesungguhnya
Hanya bergelut dengan bayang-bayang kebencian,
dan tentu saja dendam!

Rasa dendam menyelinap,
menepis semua ketulusan di dada ini...

Walau mungkin perlahan,
Tapi tetap akan ku dapatkan....
Puisi Kebencian Cinta 5
Oleh : Iman Zenit
Aku terdampar dalam karang-karang runcing
Setelah berlayar berhari-hari di tengah-tengah lautan

Aku tak tau apa yang terjadi sebelumnya
Yang ku ingat aku kehilangan arah
dan tak tau kemana sampanku berjalan

Mungkin kau pun tertawa disana,
Tapi aku akan tetap mencarimu kembali

Selama mentari pagi masih terbit dari upuk timur,
dan tenggelam di barat...
Walaupun mungkin Kumpulan Puisi Kebencian, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan yang di sajikan di atas tidak sebagus seperti yang di harapkan, saya berharap sobat bisa untuk tidak terpaku terlalu lama dalam kebencian terhadap sesuatu hal apapun yang sobat benci saat ini. Baik, itu saja yang dapat kami sampaikan melalui artikel ini. Jangan lewatkan puisi-puisi lainnya yang akan di sajikan berikutnya. Semoga bermanfaat.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar