Skip to main content

follow us

Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran

Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran - Kahlil Gibran adalah salah seorang pengarang legendaris dunia yang sampai saat ini karya-karya masterpiece-nya masih banyak diminati dan dibaca orang. Musisi sekaliber Ahmad Dhani pun sering mengulik kata mutiara cinta Kahlil Gibran untuk memoles karya musiknya. Kahlil Gibran lahir di Beshari, Lebanon, pada tahun 1883, lalu hijrah ke Amerika Serikat pada usia 10 tahun. Menghabiskan masa remajanya bersama para seniman Bohemian di Boston. Kemudian tinggal di Paris selama setahun dan pindah ke New York hingga akhir hayatnya.

Kahlil Gibran adalah legenda pada zamannya, namun karya-karyanya hingga kini tetap memberi inspirasi dari generasi ke generasi. Perenungannya tentang hakikat cinta tertuang ke dalam karya-karyanya yang abadi. Sebagian diantara kata mutiara cinta Kahlil Gibran terkumpul dalam tulisan ini. Berikut segera ditampilkan sederet kata mutiara cinta milik Kahlil Gibran yang dikutip dari berbagai sumber yang ada. Silahkan disimak selengkapnya, dibawah ini.

KUMPULAN KATA MUTIARA CINTA KAHLIL GIBRAN

Cintaku dan aku berada di angkasa. Kami adalah keseluruhan angkasa. Kami mengembara seperti roh Tuhan dulu, melayang-layang di atas permukaan air. Dan setiap hari selalu hari yang pertama. Kami adalah cinta itu sendiri, berdiam dalam hati kesunyian putih ...
Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah senantiasa.
Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka fikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan.
Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencuba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di sebalik, kepahitan yang penuh misteri.
Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangat- hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.
Cinta tidak menyedari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.
Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.
Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.
Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.
Aku mencintaimu wahai kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita. Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta.
Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.
Bekerja dengan rasa cinta, berarti menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri orang lain dan kepada Tuhan. Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu? Bekerja dengan cinta bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak.
Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburnya. Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa memperolehinya kembali?
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada sang api yang menjadikannya abu.
Demikian itulah Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran. Semoga dapat memberi pencerahan bagi Anda yang sedang merenungi tentang hakikat cinta. Terimakasih atas kunjungannya di blog ini. Semoga bermanfaat. Salam...

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar